Penting : 7 Jenis Wawancara Yang Harus Diketahui Fresh Graduate
Bisnis.com, JAKARTA -- Jika Anda baru lulus
perguruan tinggi (fresh graduate), Anda mungkin bingung atau stres
menghadapi wawancara kerja pertama Anda. Sebesar apa pun kebingungan
atau rasa stres tersebut, mengetahui jenis-jenis wawancara kerja yang
biasa dilakukan perusahaan merupakan langkah baik.
Mengapa?
Pertama, Anda akan bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Kedua,
Anda akan lebih percaya diri saat wawancara kerja sehingga bisa lebih
baik dari kandidat lain. Terakhir, Anda lebih bersemangat menghadapi
wawancara kerja.
Untuk membantu Anda wewujudkan
ketiga manfaat tersebut, berikut 7 jenis wawancara kerja yang perlu Anda
ketahui seperti dikutip dari Careerealism.
1. Wawancara Standar
Wawancara
standar atau tradsional merupakan tipe wawancara kerja yang paling
sering digunakan. Saat menjalani wawancara ini, Anda umumnya akan
diwawancarai oleh seorang pewawancara. Dia bisa merupakan staf
personalia, manajer departemen, atau utusan departemen.
Pertanyaan
yang diajukan bertujuan mengetahui atau menguji apakah Anda kandidat
yang tepat. Beberapa pertanyaan yang biasa diajukan adalah:
Ceritakan tentang diri Anda?
Mengapa Anda ada di sini sekarang?
Berada di mana Anda dalam lima tahun ke depan?
Sebagai
contoh, Anda bisa menjawab pertanyaan “Ceritakan tentang diri Anda?”
dengan rumus Sekarang-Masa Lalu-Masa Depan. Lebih rincinya, ceritakan
posisi Anda sekarang, informasikan pengalaman dan keterampilan Anda, dan
utarakan mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan tersebut.
2. Wawancara Perilaku
Wawancara perilaku atau behaviour interview fokus
pada perilaku masa lalu Anda untuk memprediksi perilaku masa depan
Anda. Sejumlah perusahaan menyukai jenis wawancara ini karena mereka
menganggap perilaku sangat mempengaruhi kinerja seseorang. Dengan kata
lain, kandidat yang perilakunya baik di masa lalu, akan baik juga di
masa depan sehingga dia dapat bekerja dengan baik.
Di tipe wawancara ini, pewawancara bisa menanyai Anda dengan pertanyaan seperti ini:
Apa keberhasilan terbesar Anda?
Apa kegagalan terbesar Anda?
Apa yang Anda lakukan ketika sedang tidak kuliah?
Bagaimana cara Anda menyelesaikan tiga tugas kuliah yang berbeda?
Kunci menjawab pertanyaan wawancara perilaku adalah dengan menggunakan teknik STAR (situation, task, action, and result).
Anda menyebutkan situasi yang dihadapi, tugas yang didapatkan, tindakan
yang dilakukan, dan hasil/pelajaran yang Anda peroleh.
3. Wawancara Situasional
Berbeda
dengan wawancara perilaku, wawancara situasional fokus pada kinerja
masa depan Anda. Umumnya, pewawancara kerja akan memberi Anda sebuah
masalah dan bertanya bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah tersebut.
Apa
pun masalah yang akan diberikan pada Anda, kiat menjawabnya adalah
dengan jujur dan spesifik, ketahui masalah, jelaskan solusi, dan
tindakan yang akan Anda lakukan.
Jika masalah
terkait keahlian Anda, masukkan keahlian tersebut dalam jawaban Anda
untuk menunjukkan bahwa Anda akan mampu menyelesaikan masalah tersebut.
4. Wawancara Kasus
Wawancara
kasus umumnya digunakan perusahaan konsultan. Wawancara ini fokus pada
bagaimana Anda menyelesaikan sebuah atau beberapa isu bisnis yang
spesifik. Pertanyaan yang diajukan bisa berupa pertanyaan kuantitatif
untuk mengetahui bagaimana Anda menangani kasus yang diberikan.
Untuk
menjawab pertanyaan wawancara kasus, bagi jawaban Anda menjadi lima
bagian. Yaitu, Identifikasi masalah, tulis masalah dalam buku atau
kertas yang disediakan. Ketahui faktor yang yang terlibat, identifikasi
faktor-faktor yang terlibat pada masalah tersebut. Faktor ini bisa
berupa sistem, peralatan, material, orang, kustomer, dan lain-lain.
Kemudian indentifikasi penyebab, untuk setiap faktor yang Anda tulis
pada langkah di atas, tulis sejumlah penyebab terkait faktor tersebut.
Sebagai contoh, penyebab yang mungkin untuk faktor peralatan adalah
rusak atau tidak dikalibrasi. Terakhir,
Pilih solusi terbaik.
Jelaskan juga alasan Anda mengambil soulis tersebut. Jika diperlukan,
buat diagram alir soulis tersebut lengkap dengan pemantauannya.
| http://media4.popsugar-assets.com |
5. Wawancara via Telepon
Wawancara
ini biasanya dilakukan perusahaan asing yang lokasinya tidak berada di
negara si kandidat. Perusahaan asing tersebut akan mewawancarai Anda via
telepon yang umumnya sebagai saringan pertama apakah Anda kompeten atau
tidak untuk mengikuti wawancara selanjutnya.
Meskipun
via telepon, Anda tetap harus menjalani tipe wawancara ini dengan
sebaik-baiknya. Persiapkan diri Anda layaknya akan menjalani wawancara
tatap muka.
6. Wawancara Presentasi
Dalam
wawancara presentasi, Anda akan diberi sebuah isu bisnis dan diminta
mempresentasikan solusi ke satu atau lebih karyawan perusahaan. Waktu
yang diberikan kepada Anda adalah 30 menit. Alokasinya adalah 15 menit
untuk persiapan dan 15 menit untuk presentasi.
Kunci
sukses menjalani wawancara ini adalah mempersiapkan bahan presentasi
dengan cepat (maksimal 10 menit). Dalam lima menit pertama persiapan
Anda, buat garis besar masalah dan tulis sejumlah solusi potensial yang
muncul di kepala Anda.
Dalam lima menit kedua,
lingkari solusi yang menurut Anda paling baik dan tulis poin-poin cara
mengaplikasikan solusi tersebut. Saat menulis poin-poin tersebut,
identifikasi juga sumber daya yang Anda perlukan. Gunakan sisa waktu 20
menit untuk mempresentasikan solusi tersebut.
7. Wawancara Panel
Biasanya,
dalam wawancara panel Anda akan diwawancara oleh lima pewawancara.
Mereka akan menanyakan beragam jenis pertanyaan. Kuncinya, jangan gugup
kalau Anda menghadapai wawancara jenis ini. Gunakan teknik-teknik
menjawab yang telah saya uraikan pada jenis wawancara kasus,
situasional, atau perilaku.
Dengan mengetahui
jenis-jenis wawancara kerja di atas, Anda yang notabene fresh graduate
bisa percaya diri menghadapi wawancara kerja di perusahaan apa pun.
0 Response to "Penting : 7 Jenis Wawancara Yang Harus Diketahui Fresh Graduate"
Post a Comment