Waspada! 8 Penyebab Pengahmbat Pertumbuhan Emosional Pada Anak - Anak - Central Beauty

Waspada! 8 Penyebab Pengahmbat Pertumbuhan Emosional Pada Anak - Anak

Fase anak - anak adalah tempat pendidikan emosi yang krusial. Banyak diantara kita lupa bahwa emosi atau dalam hal ini terkait pula dengan kecerdasan emosi memiiki peran tidak kalah dengan intelegensi (IQ). Namun justru pada masa kanak -kanak para orang tua sebagian kurang intens terhadap pembelajaran emosi terhadap anak - anaknya.

Secara teori emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Disisi lain emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Artinya emosi memegang peranan penting dalam menentukan sikap dan perilaku kita.
http://www.muslimahcorner.com/wp-content/uploads/2015/06/ibu-dan-anak.jpg
anak dan ibu via : http://www.muslimahcorner.com
Selain kurangnya pendidikan emosi pada anak, salah satu faktor yang menyebabkan seseorang kurang bisa berkembang dalam pembelajaran emosi dalah karena hambatan baik dari dalam atau luar dirinya. Berikut Central Beauty mencoba memaparkan beberapa alasan yang menjadi penghambat pertumbuhan dan kematangan emosi pada seseorang :

1. Pencampuran Peran
anak pacaran via : https://www.google.com
Hal ini terkait dengan kurang jelasnya posisi karakter anak. Hal yang paling sederhan adalah bagaimana kita sering melihat anak kecil sudah tau tentang tingkah laku masa puber seperti pacaran atau jatuh cinta. Hambatan jenis ini serin terjadi karena lingkungan edukasi tidak bisa menyaring informasi atau komunikasi yag sesuai dengan umur anak.

2. Shock Usia Dini
http://sekolahpernikahan.com/wp-content/uploads/2015/03/hati-anak-itu-terluka.jpg
anak tertekan via : http://sekolahpernikahan.com
Hal ini biasnaya karena anak diberikan beban, tanggung jawab atau masalah lebih besar dari kapasitas atau usia normalnya. Jika beban itu gagal di lakukan, besar kemungkinan ia akan merasa menyesal dan memberikan trauma dini.

3. Pemutusan Kasih Sayang Usia Dini
http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2013/06/shutterstock_131477684-1.jpg
anak ditinggal ibu via : http://id.theasianparent.com
Lingkungan keluarga aatau dalam hal ini orang tua adalah sekolah emosi pertama seorang anak. Jika kita tidak mampu memberikan bentuk emosi positif (kasih sayang) maka anak iu pun juga tidak akan pernah belajar secara utuh bahwa emosi itu tidak hanya soal marah atau kesal, namun juga ada sisi emosi positif berupa kasih sayang dan cinta.

Sisi lainnya adalah dengan tidak adanya kash sayang, anak merasa kurang terlindungi. rasa takut atau cemas juga akan menyebabkan anak kurang berkembang emosionalnya.

4. Minimnya Pengalaman

Tiga point di atas menyebabkan anak tidak memilki cukup ruang untuk belajar dan merasakan pembelajaran yang baik soal emosi. Hal itu akan berdampak pada pengalaman emosi yang kurang.

5. Kurangnya Latihan
http://www.suararakyatindonesia.org/wp-content/uploads/2014/12/Rasa-Takut-Anak.jpg
anak takut via : http://www.suararakyatindonesia.org
Hal ini mirip dengan pengalaman, hanya latihan lebih bersifat teknis yaitu bagiamana si anak mencoba mengimplementasikan apa yang sudah ia dapat ke lingkungan sosialnya.

6. Konflik Internal

Ini adalah masalah klasik yang dihadapi anak - anak. Jika seorang anak memilki masalah pribadi namun lebih senang memikirkan sendiri akan berakibat pada emosionalnya jika ia tidak bisa menemukan masalahnya sendiri.

7. Trik Memepertahankan Diri

Mungin bahasa yang levbih sederhana adalah lari dari masalah. Seakan bahwa menghidari masalah itu adalah solusi baik, namun hal itu justru akan membuat ras takut yang berkelanjutan.

8. Cacat atau Kekurangan Pricipil
http://images.prokal.co/webkp/file/berita/2015/10/14/minder-hambat-perkembangan-anak.jpg
anak minder via : http://images.prokal.co
Ini adalah masalah yang paling sering menyebabkan pertumbuhan emoasi anak terhambat. Catat fisik, status solial atau pekerjaan orang tua adalah hal paling sering menjadi alasan anak minder atau malu dengan lingkungannya. Hal ini perlu sangat diperhatikan oleh semua orang tua. Kenali indikasi ini sejak awal. Ingat anak itu bisa merasa kurang percaya diri karena dia tidak dijelaskan bahwa apa yang terjadi itu tidak semata adalah hal negatif.

Semoga bermanfaat. SS

sumber : Buku "Remaja Tanpa Masalah" karya dr. Akram Ridha

-->

1 Response to "Waspada! 8 Penyebab Pengahmbat Pertumbuhan Emosional Pada Anak - Anak"

  1. perhatian orang tua / orang terdekat dari anak sangat penting bagi anak agar masalah anak dapat teratasi dengan baik.

    artikel seperti ini sangat bermanfaat sekali bagi orang tua yang mungkin masih awam dengan dunia anak-anak. Rekomended untuk para orang tua agar membaca artikel ini.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel