Kenali Pribadi mu Lebih dekat dalam Resolusi Konflik

Konflik merupakan proses yang dinamis bukan kondisi statis, setiap manusia dari bayi sampai tua pasti dihadapkan pada berbagai konflik. Dampak negatif dari konflik yaitu merusak (destruktif) dan dampak positif yaitu membangun (konstruktif), jadi tidak semua konflik itu berdampak negatif. Konflik dipandang dari sisi tradisional merupakan suatu masalah yang akan merusak, sedangkan jika dipandang secara fungsional konflik merupakan suatu ajang perubahan atau perbaikan atas masalah yang timbul atau lebih dikenal sebagai change management. Konflik datang dalam berbagai bidang seperti masalah dalam diri pribadi, percintaan, keluarga, pekerjaan dan sosial.
Menurut Louis Krisberg kajian tentang resolusi konflik pada manusia selama empat puluh tahun terbagi menjadi empat tahap yaitu :
1. Fase bayi yaitu menangis
Bayi jika mendapat masalah atas dirinya(sakit, lapar, kedinginan, kepanasan, ketakutan dan ketidak nyamanan) akan menangis, sehingga wajar jika bayi kerap menangis. Bagi para orang tua dan calon orang tua mari belajar kenali tahapan yang wajar untuk bayi anda sedini mungkin, jika terdapat ketidak wajaran agar secepatnya mendapatkan solusinya.
2. Fase Toddler (umur 2-3 tahun) yaitu serangan fisik
Ketika anak dalam fase umur 2-3 tahun jika mereka mendapati konflik pada diri mereka akan mengamuk atau meluncurkan serangan fisik, bukan lagi hanya diam, ketakuatan dan menangis tetapi sudah ada perlawanan. Jika mendapati seorang anak pada fase ini jika mereka hanya diam ketakutan dan menangis bahkan ngompol artinya terdapat ketidak wajaran atas perkrmbangan anak tersebut. Apakah psikologis anak tersebut terganggu karena berbagai tekanan dari lingkungan.
3. Fase umur 4-9 tahun yaitu serangan verbal
Pada fase ini anak jika mereka mengalami konflik akan mengeluarkan serangan dalam bentuk kata-kata. Kata-kata yang keluar berupa emosi yang menjadi unek-unek atas kekesalannya sehingga ucapan mereka tidak beraturan.
4. Fase > 10 tahun yaitu bahasa
Fase lebih dari umur 10 tahun sampai dewasa dalam menghadapi konflik tidak lagi menggunakan serangan fisik tetapi menggunakan kata-kata atau bahasa yang lebih tertata dengan tujuan untuk mencapai penyelesaian yang baik.
Jika kita mendapati mahasiswa dimana dalam menyelesaikan konflik dengan cara tawuran bisa digolongkan pribadi dalam resolusi konflik pada tahap anak berumur 2-3 tahun yaitu dengan seranngan fisik. Atau ada pasangan kekasih yang mereka sedang bertengkar dan mereka malah menangis dan tidak menyelesaikan masalah dapat dikatakan bahwa resolusi konflik orang tersebut sama dengan fase bayi, hahha.
![]() |
| konflik via : www.artefak.org |
So, ayo kenali pribadimu dan orang di sekelilingmu, seperti apakah kematangan pribadi mereka dalam mengelola konflik ?? dan dengan ilmu ini semoga pembaca lebih matang dalam menata resolusi konflik jangan sampai kita salah dalam menentukan sikap.SS
0 Response to "Kenali Pribadi mu Lebih dekat dalam Resolusi Konflik"
Post a Comment